Rabu, 18 November 2015

'Selamat Jalan Sinyo Aliandoe'

Selamat Jalan Sinyo Aliandoe
Rabu, 18/11/2015 16:12 WIB
Jakarta - Sinyo Aliandoe dikenang sebagai seorang pelatih yang cerdik dan mempunyai insting yang kuat. Dia juga pernah diingat sebagai pelatih yang disiplin. Sepakbola Indonesia mengucapkan selamat jalan kepadanya.

Sinyo, 77 tahun, tutup usia hari ini. Mantan pelatih timnas itu memang sudah sakit-sakitan belakangan ini. Dia juga pikun.

Yon Moeis, yang sudah mengikuti kiprah pelatih kelahiran Larantuka, Flores itu sejak 1983, merasakan duka mendalam. Dia melepas kepergian Sinyo lewat sebuah tulisan pendek di akun facebook-nya dan diberi judul 'Selamat Jalan Sinyo Aliandoe'.

Ya, Yon yang kala itu berprofesi sebagai wartawan sebuah majalah olahraga intens berinteraksi dengan Sinyo. Menurut Yon, Sinyo adalah sosok pelatih yang selalu menjawab pertanyaan wartawan dengan mendetail. "Cara bertuturnya juga enak. Dia menjelaskan secara gamblang," kata Yon.

Salah satu jawaban yang amat berkesan bagi Yon adalah ketika dia menanyakan pemain masa depan Indonesia nantinya. Sebuah nama dituturkan Sinyo dan nama itu benar-benar cemerlang di kemudian hari.

"Om Sinyo menjawab Ferrel Raymond Hattu dan terbukti Ferrel menjadi pemain top di masa itu. Baik di luar ataupun di dalam lapangan," jelas Yon.

Sinyo juga diingat Yon sebagai pelatih yang dekat dengan para pemain, Bagaimana Sinyo bukan hanya mengajarkan teknik di lapangan tapi juga tempat curhat pemain.

Yon sendiri memiliki kenangan pribadi yang tak bakal dilupakannya. Waktu itu, dia bersiap pulang usai meliput latihan timnas di Cibubur.

"Saat mau pulang, Om Sinyo bertanya kepada saya, kamu pulang naik apa? Mendengar saya mau pulang naik ojek, dia mengajak saya ikut mobil dia," kenang Yon.

Kedekatan itu berlaku sampai saat ini. Yon bahkan mengetahui kabar Sinyo tutup usia dari mantan pemain timnas besutan Sinyo.

"Banyak sekali pesan yang masuk ke HP saya dari para pemain. Keeratan itu memang dibangun Om Sinyo sejak menangani timnas," ucap dia.

Yon juga mengingat betapa Sinyo pernah mengungkapkan keresahan soal bandar judi yang menganggu. Dari dulu, zaman itu, Indoensia memiliki para pemain bagus. "Sayang sekali. Waktu itu banyak yang bagus dan berbakat, tapi moralnya lemah," kaya Yon menirukan ucapan Sinyo.

Selamat jalan, Om Sinyo.


Melayat, Menpora Akan Beri Penghargaan Khusus untuk Sinyo Aliandoe

Rabu, 18/11/2015 18:43 WIB
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyempatkan diri untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga eks pelatih tim nasional Indonesia, Sinyo Aliandoe, yang meninggal dunia hari ini. Dia berjanji akan memberi penghargaan khusus.

Imam datang ke rumah duka RS. Santo Carolus, Rabu (18/11/2015), sekitar pukul 17.30 WIB. Dia juga bertemu dengan putra Sinyo, Theodorus Aliandoe, dan juga adik dari Sinyo, Laurent Aliandoe, serta beberapa mantan pemain timnas seperti Yohanes Auri dan Ronny Pasla. Mereka berbincang-bincang sekitar 40 menit.

"Kami pasti akan memberikan penghargaan khusus. Nanti pada saatnya akan kami berikan. Lebih dari sekadar itu (materi). Karena tadi saya juga mendengar bahwa masa depan sepakbola itu juga butuh perhatian dari pemerintah," kata Imam kepada pewarta.

"Dalam jangka waktu pendek ini kami belum mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut. Tapi, jangka menengah akan kami upayakan. Yang kita pikirkan adalah dana pensiun bagi yang meraih medali di Olimpiade.

"Semoga di masa-masa mendatang semoga kami bisa menyiapkan anggaran yang lebih besar demi masa depan atlet semua cabang termasuk sepakbola," imbuhnya.

PSSI juga Melayat

Sebelum Menpora, perwakilan PSSI juga melayat, dipimpin oleh sekjen-nya, Azwan Karim, sekitar jam 3 sore. Sejumlah mantan pemain seperti Hermansyah dan Rully Nere, juga datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum.

"Pak Ketua Umum (La Nyalla Mattalitti) sedang berada di luar kota, di tanah suci, untuk melaksanakan umroh. Beliau juga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk Om Sinyo. Semoga ilmu yang beliau tularkan berguna persepakbolaan hingga saat ini," ujar Azwan.

Tentang kabar bahwa PSSI mengusulkan pemakaman Sinyo di San Diego Hills, Azwan memberi klarifikasi.

"Usulan itu bukan dari PSSI, saya juga dikonfirmasi. Tapi sebenarnya dari PSSI tidak ada. Jadi diputuskan dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Kampung Kandang pada hari Jumat," terang Azwan.

Selasa, 10 November 2015

Arti Logo PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)



  • 3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya.
  • 2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.
  • 1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)

Kamis, 05 November 2015

Ini Jadwal Lengkap Piala Jenderal Sudirman

Kamis, 05/11/2015 15:19 WIB
 
Jakarta - Piala Jenderal Sudirman akan kick-off pada 10 November mendatang. Arema Cronus melawan Gresik United dipilih sebagai laga pembuka.

‎Babak penyisihan grup serentak mulai digelar pada 14 November mendatang. ‎Pada Grup B, Mitra Kukar akan lebih dulu melawan PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Pada hari yang sama, Bali United menghadapi Persipura Jayapura.

Babak penyisihan selesai pada 1 Desember, yang akan diteruskan pada babak delapan besar pada 12 Desember hingga 22 Januari. Sementara laga semifinal pada 9 Januari, dan final 24Januari.


Berikut jadwal turnamen Piala Jenderal Sudirman:

Grup A

10 November
Arema Cronus vs Persegres pukul 20.00 WIB

16 November
Arema vs PBR pukul 19.30 WIB

19 November
Sriwijaya FC vs Persegres pukul 15.00 WIB
Persija vs PBR pukul 19.00 WIB

22 November
Persegres vs PBR pukul 15.00 WIB
Arema vs Sriwijaya FC pukul 19.00 WIB

25 November
Sriwijaya FC vs Persija pukul 19.30 WIB

28 November
PBR vs Sriwijaya pukul 15.00 WIB
Arema vs Persija pukul 19.30 WIB

1 Desember
Persija vs Persegres pukul 19.30

Grup B

14 November
Mitra Kukar vs PSM pukul 15.00 WIB
Bali United vs Persipura pukul 19.30 WIB

17 November
Semen Padang vs Persipura pukul 19.30 WIB

20 November
Semen Padang vs PSM Makassar pukul 13.00 WIB
Bali United vs Mitra Kukar pukul 19.30 WIB

23 November
Semen Padang vs Mitra Kukar pukul 15.00 WIB
Persipura vs PSM pukul 18.00 WIB

26 November
Bali United vs Mitra Kukar pukul 19.30 WIB

29 November
Bali United vs PSM Makassar pukul 15.00 WIB
Semen Padang vs Persipura pukul 19.30 WIB

Grup C

15 November
Surabaya United vs PS TNI pukul 15.00 WIB
Persela vs Persib pukul 19.30 WIB

18 November
Borneo FC vs PS TNI pukul 19.30 WIB

21 November
Persela vs Borneo FC pukul 15.00 WIB
Surabaya United vs Persib pukul 19.30 WIB

24 November
Persela vs PS TNI pukul 19.30 WIB

27 November
Surabaya United vs Persela pukul 15.00 WIB
Persib vs Borneo FC pukul 19.30 WIB

30 November
Surabaya United vs Borneo FC pukul 15.00 WIB
Persib vs PS TNI pukul 19.30 WIB

8 Besar: 12-20 Desembe‎r 2015

Semifinal: 9 Januari 2016

Final: 24 Januari 2016

Timnas Pelajar Tertahan di Filipina, EO Dianggap Tak Profesional

Kamis, 05/11/2015 18:30 WIB
Timnas Pelajar Tertahan di Filipina, EO Dianggap Tak Profesional 
Jakarta - Tim Nasional Pelajar Indonesia tertahan di Manila usai mengikuti Pilipinas Cup dan tampil sebagai juara. Asisten pelatih, Yendra Gandi, menilai Kampiun Indonesia sudah bertindak tidak profesional dalam menangani sebuah tim.

Tim Nasional Pelajar ambil bagian dalam kompetisi kelompok umur Pilipinos Cup pada 27-30 November. Di akhir acara mereka menjadi juara dengan mengalahkan Pagasa FC 2-0 di final.

Para pemain dan tiga ofisial dijadwalkan pulang pada 31 Oktober dengan penerbangan via Kuala Lumpur dan baru sehari kemudian tiba di Jakarta. Tapi, mereka tak bisa pulang sesuai jadwal karena tiket hangus.

Event Organizer Kampiun Indonesia yang memberangkatkan tim tidak bisa menyediakan tiket pengganti. Setelah mendengarkan keluh kesah orang tua pemain, Kemenpora memulangkan tim sore ini (5/11/2015).

"Ada tiket penerbangan langsung dari Manila ke Jakarta, tapi Kata Pak Gatut (dari Kampiun Indonesia) mahal, jadi (memilih tiket penerbangan) yang transit di Kuala Lumpur. Jadi mereka mencari alternatif penerbangan yang murah," kata Yendra Gandi, asisten pelatih, yang tak turut mendampingi tim ke Manila, hari ini di Jakarta.

"Tanggal 30 Oktober itu kami juara, sekitar pukul 15.00 sampai 16.00 waktu setempat. Lalu pulang ke hotel. Sementara tiket pulang itu jadwalnya pukul 20.00.

"Di tanggal 31 Oktober itu kami mendapatkan kabar kalau ternyata tiket hangus. Tim terlambat (sampai di bandara, Red) karena macet di jalan.

"Menurut saya itu tidak masuk akal, kalau seorang EO yang profesional pasti prepare untuk berangkat. Memang orang Kampiun Indonesia mengatakan tiket untuk anak-anak pulang pergi. Saya lihat memang pulang pergi dan tertulis tanggal itu," jelas dia.

Gandi juga menegaskan jika pembiayaan tim ditanggung oleh manajer timnas pelajar U-13, Irfan Taufik. Bukan dari kemenpora.

"Yang kami tahu biaya manajer (Irfan Taufik) yang menanggung semua. Mulai dari TC, seleksi, kedatangan anak-anak, dan penginapan semua ditanggung pak Irfan Taufik," tutur Gandi.

"Soal ada pungutan biaya atau tidak kepada orang tua, kami tidak tahu itu," ucap dia.

Ini Alasan Leonard Tupamahu Batal Perkuat Persija

  Kamis, 05/11/2015 19:55 WIB



Pada sesi latihan perdana Persija Jakarta bersama pelatih Bambang Nurdiansyah beberapa waktu lalu, terlihat penampakan bek senior Leonard Tupamahu. Banyak yang sudah memprediksi sang pemain akan jadi bagian Persija pada Piala Jenderal Sudirman.
Namun, beberapa hari kemudian, Leonard dipastikan tak masuk ke dalam skuat Persija. Dia malah kembali ke Persipasi Bandung Raya dan menjadi bagian terakhir skuat PBR yang didaftarkan. Hal ini terbilang menarik, tapi mendengar alasan Leonard, semua orang akan setuju.
"Bukan saatnya lagi untuk saya duduk di bangku cadangan atau tribun. Jika hal itu terjadi, siapa yang mau melihat saya bermain? Nanti saya dikira sudah tak eksis. Itu jadi pertimbangan saya kembali ke PBR," tuturnya.
Persija memang mendatangkan bek-bek tengah berkualitas lain seperti M Roby hingga Maman Abdurrachman. Hal ini membuat Leonard memang akan sulit menembus tim inti. Di lain pihak kembalinya Leonard ke PBR bisa menjadi keuntungan tersendiri karena Persija dan PBR berada di grup yang sama.
"Mungkin sedikit menguntungkan karena saya sempat berlatih dengan Persija yang satu grup dengan PBR. Tapi pada akhirnya mereka pun belum lengkap skuatnya, jadi saya tak tahu juga. Buat saya semua tim berpeluang sama untuk lolos ke babak selanjutnya," tandas Leonard.
"Dalam sepak bola mata-mata wajar, jika pelatih bertanya Persija seperti apa, kelemahan, atau sektor yang bisa dieksploitasi pasti saya beritahu. Semua itu wajar, tapi saya tak sengaja menjadi mata-mata," tambah dia.
PBR menjadi salah satu tim yang cukup diwaspadai. Selain karena memiliki banyak pemain muda berkualitas, mereka juga dilatih pelatih baru yang dianggap cukup berkelas yaitu Pieter Huistra. Pemain senior ini juga mengungkapkan pendapatnya soal sang pelatih.
"Tak ada kendala dengan pelatih baru. Mungkin sedikit soal bahasa saja, karena tak semua pemain mengerti bahasa Inggris. Namun, untuk metode latihan bisa disesuaikan. Perbedaan dengan Dejan, pasti ada. Bersama Pieter saya belum tahu pasti karakternya, satu yang saya tahu, Pieter adalah pelatih bagus. Mudah-mudahan rekan-rekan bisa cepat beradaptasi," ungkap sang pemain.
"Beban menjadi salah satu pemain senior di skuat pasti ada. Harus memberikan semangat dan motivasi bagi pemain muda. Tapi kita semua tanpa beban dan nothing to lose. Karena semua lawan kita kuat di grup dan itu menjadi keuntungan tersendiri menurut saya," tutup Leonard. (RAP)

Selasa, 03 November 2015

'Tak Ada Tim Unggulan di Piala Jenderal Sudirman'

Rabu, 04/11/2015 12:45 WIB
Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, menilai tak ada tim unggulan di Piala Jenderal Sudirman. Semua tim dipandang berat dan tidak ada yang bisa dianggap enteng.

Pada Piala Jenderal Sudirman nanti Persib tergabung di Grup C (Surabaya) bersama tuan ruma, Surabaya United, Pusamania Borneo FC, PS TNI, dan Persela Lamongan.

Djajang menilai tidak ada tim unggulan di grup tersebut. Sebagai tuan rumah, Surabaya United pasti memiliki motivasi yang lebih besar lagi. Sementara, lagi-lagi Persib harus bertemu dengan Pusamania Borneo, tim yang pelatihnya, Iwan Setiawan, kerap kali melontarkan psy war.

"Tidak ada tim unggulan. Di grup manapun akan sama-sama berat. Di grup kita ada Surabaya United sebagai tuan rumah ada Pusamania Borneo FC yang menyulitkan kita di Piala Presiden," ujar Djajang, Rabu (4/11/2015).

Apalagi, lanjutnya, ada PS TNI yang merupakan tim yang diisi oleh sejumlah pemain timnas yang sedang mengikuti pendidikan TNI. Dia menilai persaingan akan lebih sengit.

"PS TNI diperkuat banyak pemain timnas. Karena itu, mereka merupakan tim yang bagus," kata dia.

Kendati demikian, Persib juga saat ini memiliki kendala persiapan. Sebab, sejak mulai latihan, hanya 10 pemain yang hadir. Hal ini terjadi karena sejumlah pemain lebih memilih mengikuti turnamen di beberapa daerah.

Alasannya, karena pemain-pemain tersebut tak ada kontrak bersama Persib sehingga pemain bersikap demikian. Manajemen sendiri sudah mengatakan kesulitan mengontrak pemain kalau bukan untuk kompetisi.

"Sebetulnya kami ingin berbicara jauh di turnamen ini, tapi persiapan kami seperti ini. Hingga saat ini dan sampai nanti keberangkatan tim, kami tidak akan lengkap. Itulah sulitnya pemain tidak terikat kontrak," kata Djajang.

"Target saya mau ketemu dengan manajemen dan akan saya sampaikan tentang itu. Manajemen memang keberatan karena belum ada kejelasan soal kompetisi. Pasti berdampak pada psikologis pemain karena semua ingin bermain penuh."