PSSI telah melakukan pertemuan dengan delegasi FIFA dan AFC, Senin (2/10) siang, di Kantor Pusat PSSI. Delegasi dipimpin Kohzo
Tashima (FIFA), H.R.H Prince Abdullah (FIFA), Mariano V Araneta (AFC),
James Johnson (AFC), Sanjeevan (AFC), dan John Windsor (AFC).
"Mereka hadir tujuannya adalah untuk menyampaikan kepada kita
keinginan kuat dari FIFA untuk segera bisa menyelesaikan masalah
persepakbolaan Indonesia ini. Apalagi, Indonesia ini dalam waktu dekat
ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games," tutur dewan kehormatan PSSI,
Agum Gumelar, pada sesi jumpa pers.
Sebagaimana diketahui, Indonesia sedang dalam masa suspensi FIFA akibat
intervensi Pemerintah. Di mana Kemenpora membekukan PSSI sejak 17 April
2015 dan hal tersebut memicu terhentinya kompetisi hingga akhirnya
sanksi FIFA untuk Indonesia dijatuhkan pada 30 Mei lalu.
Hasil pertemuan ini akan dilaporkan delegasi ke rapat eksekutif
FIFA awal Desember mendatang. Jika masalah bisa diselesaikan pada
kunjungan delegasi FIFA dan AFC, dalam hal ini konflik Kemenpora dan
PSSI, maka peluang untuk suspensi FIFA kepada Indonesia dicabut pada
rapat eksekutif tersebut cukup besar.
Namun, jika petemuan delegasi dengan pihak Pemerintah di Istana
Negara, yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo menemui jalan buntu,
maka suspensi akan terus berlanjut dan dibawa ke kongres tahunan FIFA,
Februari 2016.
"Pertemuan ini akan dilaporkan pada executive meeting FIFA, Desember nanti. Jad,i kalau tidak ada jalan keluar maka akan dibawa ke kongres yang bisa selesai tahunan. Jika tidak as soon as possible maka harus dibawa ke kongres, namun jika bisa diselesaikan dengan cepat maka bisa diputuskan dengan executive meeting," ungkap sekjend PSSI, Azwan Karim.
Agum pun berharap, segala pihak bisa membuka hati utamanya Pemerintah,
untuk segera mengakhiri intervensi kepada PSSI. Terlebih, Indonesia
bakal jadi tuan rumah Asian Games 2018.
"Hal ini akan sangat banyak merugikan jika tidak segera
diselesaikan, karena suspensi Indonesia akan berlanjut dan bisa tahunan.
Akan sangat disayangkan sekali. Namun kalau sekarang (diselesaikan),
bisa diputuskan oleh pertemuan eksekutif, jangan sampai dibawa ke
kongres tahunan," tukas Agum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar