Selasa, 03/11/2015 19:32 WIB
Jakarta - Delegasi FIFA dan AFC telah menuntaskan
kunjungannya di Indonesia. Kata mereka, apa yang mereka dapatkan akan
dibahas kembali di rapat Komite Eksekutif FIFA pada 2 dan 3 Desember
mendatang.
Delegasi FIFA dan AFC telah melakukan pertemuan dengan
sejumlah pihak sejak kedatangannya pada 2 November kemarin, mulai PSSI,
Presiden Joko Widodo, PT Liga, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional
Indonesia (APPI).
Usai menggelar serangkaian pertemuan itu, FIFA
dan AFC akan membawa masalah ini dalam rapat Exco pada 2-3 Desember.
Dalam pernyataanya, mereka juga akan membuat komite Adhoc.
FIFA
dan AFC juga menegaskan bahwa reformasi sepakbola Indonesia harus tetap
berada di bawah aturan Statuta FIFA. Namun pemerintah diperbolehkan
sebagai pemangku kepentingan dalam proses reformasi tersebut.
Berikut pernyataan Kohzo Tashima:
Para
delegasi FIFA dan AFC yang dipimpin oleh Mr. Kohzo Tashima (anggota
Komite Eksekutif FIFA) dan juga Mr. HRH Pangeran Abdullah (anggota
Komite Eksekutif FIFA) dan Mr. Mariano Araneta (anggota Komite Eksekutif
AFC) melanjutkan pertemuan mereka hari ini dengan para pelaku
kepentingan utama sepakbola Indonesia, termasuk perwakilan dari liga
profesional, pemain profesional, dan wartawan olahraga. Dalam setiap
pertemuan, PSSI diwakili sekretaris jenderal. Delegasi senang dengan
diskusi terbuka dan jujur selama pertemuan bilateral tersebut, yang
menyoroti beberapa masalah yang sangat membutuhkan reformasi. Isu-isu
ini akan secara resmi ditangani oleh komite ad-hoc yang akan segera
dibentuk dan akan beroperasi di bawah kerangka peraturan FIFA, yang
mengakui PSSI sebagai badan sepakbola di Indonesia
Pertemuan
digelar hari ini adalah bagian dari misi dua hari delegasi ke Jakarta,
yang termasuk pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,
pada 2 November 2015. Sebagaimana dijelaskan kepada presiden, reformasi
yang disepakati harus terjadi di bawah naungan Statuta FIFA, tapi
pemerintah diperbolehkan sebagai pemangku kepentingan dalam proses.
Delegasi juga mencatat bahwa semua pemangku kepentingan sepakbola
Indonesia, termasuk liga, pemain, media, dan pemerintah sepenuhnya
mendukung untuk mengakhiri kebuntuan dalam sepakbola Indonesia. Delegasi
akan mempresentasikan temuan-temuan mereka kepada Komite Eksekutif FIFA
dalam rapat 2 dan 3 Desember 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar