Senin, 02/11/2015 15:44 WIB
Jakarta - Delegasi dari FIFA dan AFC bertemu dengan
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan
itu, FIFA terkejut dengan temuan yang disampaikan oleh pemerintah.
Dalam pertemuan itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan tentang 'kebobrokan' sepakbola di tanah air.
"Kami
secara terbuka menyampaikan, atas saran presiden bahwa pemerintah
sangat berkepentingan terhadap reformasi sepakbola di tanah air ini,
karena sudah nyata-nyata ada indikasi bahkan ada pengakuan tentang
pengaturan skor, ada judi bola, ada gaji yang terlambat, bahkan klub
tidak lagi mematuhi statuta FIFA, baik itu terkait transparansi
keuangan, pajak dan aturan main yang ada," jelas Imam di Istana Merdeka,
Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
Mendapatkan laporan itu,
lanjut Imam, FIFA akan melakukan pendalaman lebih lanjut. FIFA dan AFC
juga terkejut dengan pemaparan yang disampaikan pemerintah.
"Tentu
bagi menjadi catatan penting bagi mereka bahwa, mereka ingin mendalami
lebih jauh karena mereka sangat terkejut mendengar apa yang kami
sampaikan," kata Imam.
Imam juga mengatakan, pemerintah
menyampaikan secara langsung ke FIFA dan AFC bahwa akan melakukan
reformasi sepakbola Indonesia. Tujuan agar sepakbola Indonesia bisa
dibanggakan di ajang internasional.
"Dan kami menyampaikan banyak
poin di situ, termasuk rencana kita untuk membangun sepakbola yang
lebih membanggakan lagi bagi Indonesia. Dan mereka sangat respons bahwa
tidak mungkin 250 juta penduduk Indonesia ini tidak bisa menghasilkan
prestasi sepakbola yang lebih baik," kata Imam.
"Kami juga menyampaikan bahwa prestasi sepakbola kita saat ini di 172, tentu mereka sangat concern dan bersama pemerintah nanti memberi harapan bagi masa depan sepakbola," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar