
Pada sesi latihan perdana Persija Jakarta bersama pelatih Bambang Nurdiansyah beberapa waktu lalu, terlihat penampakan bek senior Leonard Tupamahu. Banyak yang sudah memprediksi sang pemain akan jadi bagian Persija pada Piala Jenderal Sudirman.
Namun, beberapa hari kemudian, Leonard dipastikan tak masuk ke dalam skuat Persija. Dia malah kembali ke Persipasi Bandung Raya dan menjadi bagian terakhir skuat PBR yang didaftarkan. Hal ini terbilang menarik, tapi mendengar alasan Leonard, semua orang akan setuju.
"Bukan saatnya lagi untuk saya duduk di bangku cadangan atau tribun. Jika hal itu terjadi, siapa yang mau melihat saya bermain? Nanti saya dikira sudah tak eksis. Itu jadi pertimbangan saya kembali ke PBR," tuturnya.
Persija memang mendatangkan bek-bek tengah berkualitas lain seperti M Roby hingga Maman Abdurrachman. Hal ini membuat Leonard memang akan sulit menembus tim inti. Di lain pihak kembalinya Leonard ke PBR bisa menjadi keuntungan tersendiri karena Persija dan PBR berada di grup yang sama.
"Mungkin sedikit menguntungkan karena saya sempat berlatih dengan Persija yang satu grup dengan PBR. Tapi pada akhirnya mereka pun belum lengkap skuatnya, jadi saya tak tahu juga. Buat saya semua tim berpeluang sama untuk lolos ke babak selanjutnya," tandas Leonard.
"Dalam sepak bola mata-mata wajar, jika pelatih bertanya Persija seperti apa, kelemahan, atau sektor yang bisa dieksploitasi pasti saya beritahu. Semua itu wajar, tapi saya tak sengaja menjadi mata-mata," tambah dia.
PBR menjadi salah satu tim yang cukup diwaspadai. Selain karena memiliki banyak pemain muda berkualitas, mereka juga dilatih pelatih baru yang dianggap cukup berkelas yaitu Pieter Huistra. Pemain senior ini juga mengungkapkan pendapatnya soal sang pelatih.
"Tak ada kendala dengan pelatih baru. Mungkin sedikit soal bahasa saja, karena tak semua pemain mengerti bahasa Inggris. Namun, untuk metode latihan bisa disesuaikan. Perbedaan dengan Dejan, pasti ada. Bersama Pieter saya belum tahu pasti karakternya, satu yang saya tahu, Pieter adalah pelatih bagus. Mudah-mudahan rekan-rekan bisa cepat beradaptasi," ungkap sang pemain.
"Beban menjadi salah satu pemain senior di skuat pasti ada. Harus memberikan semangat dan motivasi bagi pemain muda. Tapi kita semua tanpa beban dan nothing to lose. Karena semua lawan kita kuat di grup dan itu menjadi keuntungan tersendiri menurut saya," tutup Leonard. (RAP)
Sukses Leonard :-)
BalasHapus