Rabu, 04/11/2015 12:45 WIB
Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, menilai tak ada tim unggulan di Piala Jenderal Sudirman. Semua tim dipandang berat dan tidak ada yang bisa dianggap enteng.
Pada Piala Jenderal Sudirman nanti Persib tergabung di Grup C (Surabaya) bersama tuan ruma, Surabaya United, Pusamania Borneo FC, PS TNI, dan Persela Lamongan.
Djajang menilai tidak ada tim unggulan di grup tersebut. Sebagai tuan rumah, Surabaya United pasti memiliki motivasi yang lebih besar lagi. Sementara, lagi-lagi Persib harus bertemu dengan Pusamania Borneo, tim yang pelatihnya, Iwan Setiawan, kerap kali melontarkan psy war.
"Tidak ada tim unggulan. Di grup manapun akan sama-sama berat. Di grup kita ada Surabaya United sebagai tuan rumah ada Pusamania Borneo FC yang menyulitkan kita di Piala Presiden," ujar Djajang, Rabu (4/11/2015).
Apalagi, lanjutnya, ada PS TNI yang merupakan tim yang diisi oleh sejumlah pemain timnas yang sedang mengikuti pendidikan TNI. Dia menilai persaingan akan lebih sengit.
"PS TNI diperkuat banyak pemain timnas. Karena itu, mereka merupakan tim yang bagus," kata dia.
Kendati demikian, Persib juga saat ini memiliki kendala persiapan. Sebab, sejak mulai latihan, hanya 10 pemain yang hadir. Hal ini terjadi karena sejumlah pemain lebih memilih mengikuti turnamen di beberapa daerah.
Alasannya, karena pemain-pemain tersebut tak ada kontrak bersama Persib sehingga pemain bersikap demikian. Manajemen sendiri sudah mengatakan kesulitan mengontrak pemain kalau bukan untuk kompetisi.
"Sebetulnya kami ingin berbicara jauh di turnamen ini, tapi persiapan kami seperti ini. Hingga saat ini dan sampai nanti keberangkatan tim, kami tidak akan lengkap. Itulah sulitnya pemain tidak terikat kontrak," kata Djajang.
"Target saya mau ketemu dengan manajemen dan akan saya sampaikan tentang itu. Manajemen memang keberatan karena belum ada kejelasan soal kompetisi. Pasti berdampak pada psikologis pemain karena semua ingin bermain penuh."
Pada Piala Jenderal Sudirman nanti Persib tergabung di Grup C (Surabaya) bersama tuan ruma, Surabaya United, Pusamania Borneo FC, PS TNI, dan Persela Lamongan.
Djajang menilai tidak ada tim unggulan di grup tersebut. Sebagai tuan rumah, Surabaya United pasti memiliki motivasi yang lebih besar lagi. Sementara, lagi-lagi Persib harus bertemu dengan Pusamania Borneo, tim yang pelatihnya, Iwan Setiawan, kerap kali melontarkan psy war.
"Tidak ada tim unggulan. Di grup manapun akan sama-sama berat. Di grup kita ada Surabaya United sebagai tuan rumah ada Pusamania Borneo FC yang menyulitkan kita di Piala Presiden," ujar Djajang, Rabu (4/11/2015).
Apalagi, lanjutnya, ada PS TNI yang merupakan tim yang diisi oleh sejumlah pemain timnas yang sedang mengikuti pendidikan TNI. Dia menilai persaingan akan lebih sengit.
"PS TNI diperkuat banyak pemain timnas. Karena itu, mereka merupakan tim yang bagus," kata dia.
Kendati demikian, Persib juga saat ini memiliki kendala persiapan. Sebab, sejak mulai latihan, hanya 10 pemain yang hadir. Hal ini terjadi karena sejumlah pemain lebih memilih mengikuti turnamen di beberapa daerah.
Alasannya, karena pemain-pemain tersebut tak ada kontrak bersama Persib sehingga pemain bersikap demikian. Manajemen sendiri sudah mengatakan kesulitan mengontrak pemain kalau bukan untuk kompetisi.
"Sebetulnya kami ingin berbicara jauh di turnamen ini, tapi persiapan kami seperti ini. Hingga saat ini dan sampai nanti keberangkatan tim, kami tidak akan lengkap. Itulah sulitnya pemain tidak terikat kontrak," kata Djajang.
"Target saya mau ketemu dengan manajemen dan akan saya sampaikan tentang itu. Manajemen memang keberatan karena belum ada kejelasan soal kompetisi. Pasti berdampak pada psikologis pemain karena semua ingin bermain penuh."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar