Selasa, 03/11/2015 16:47 WIB
"Semua sepakat bahwa APPI dan APSNI akan bergabung. Kami akan putuskan nanti di kongres. APPI di bawah FIFPro, artinya APPI diakui FIFA. Dengan jiwa besar Irawadi Hanafi (ketua APSNI) menerima keputusan PSSI," ujar ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, Selasa (3/11/2015).
Awalnya APSNI dibentuk oleh PSSI untuk 'menandingi' APPI, yang kala itu terkesan lebih vokal terhadap federasi. Namun, FIFA dan FIFPro hanya mengakui satu asosiasi pemain di Indonesia, yaitu APPI.
Asosiasi yang dipimpin oleh Ponaryo Astaman itu juga lebih eksis karena suaranya lebih sering terdengar, terutama ketika ada kasus-kasus yang merugikan pemain, seperti penunggakan gaji oleh klub dan lain-lain.
"Namanya tetap APPI, tidak berubah karena APPI di bawah FIFPro. Kami juga tidak akan mengubah susunan kepengurusan APPI. Pengesahan ini akan disahkan pada Kongres nanti," tambah La Nyalla.
Pada kesempatan yang sama, Ketua APPI, Ponaryo Astaman, menyatakan bahwa pihaknya akan tetap bersikap kritis tentang apapun yang menimpa kepada pemain dan terus memperjuangkan hak pemain.
"Kami akan tetap kritis. Kami akan menyuarakan apapun yang mesti disuarakan. Tidak akan berubah," ucap mantan kapten timnas Indonesia itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar