Senin, 02/11/2015 18:41 WIB
Jakarta - Presiden RI Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi telah
melakukan pertemuan dengan FIFA dan AFC di Istana Negara, Senin
(2/11/2015). Selain membahas soal kondisi sepakbola terakhir, pemerintah
juga menjamin bahwa tidak akan ada PSSI tandingan.
Hal itu diungkapkan juru bicara sekaligus Deputi V Bidang Kemitraan dan Harmonisasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.
Ia
mengatakan, pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut
antara Menpora, Presiden Jokowi, FIFA, dan AFC berlangsung sangat
kondusif. Respons FIFA terhadap pertemuan hari ini sangat positif.
"Ada
sekitar 19 halaman yang kami paparkan siang tadi di Istana. Intinya
tentang background sepakbola Indonesia, lalu terbentuknya BOPI, kenapa
BOPI melakukan verifikasi dan lainnya. Begitu soal Tim Transisi, juga
terkait soal adanya turnamen, termasuk soal adanya pembekuan," kata
Gatot, usai pertemuan.
Kemenpora juga menjelaskan bahwa pihaknya
tidak akan berhenti hanya lantaran Surat Pembekuan PSSI. Ada sebuah
obsesi lain dalam pembenahan tata kelola yang baik seperti perbaikan
pada masalah infrastruktur, perbaikan masalah wasit, perangkat
pertandingan, pelatih, usia dini.
"Bahkan saat itu kami juga
jujur bahwa kami butuh FIFA dan AFC. Kami tidak bisa sendiri, makanya
kami ingin terus kooperatif," ucap Gatot.
"Yang jelas tadi ada
win-win solution. Dalam beberapa hari Presiden akan bentuk Tim Khusus
untuk berkomunikasi dengan FIFA. Karena selama ini 'kan nyaris kami
kirim surat selalu mental. Tapi dalam bentuk apa, siapa orangnya di
dalam Tim Khusus nanti, itu belum dijelaskan secara detail," tambahnya.
Meski
ada Tim Khusus, Kemenpora menjamin masalah tiga tahun lalu, ketika
federasi sepakbola Indonesia terpecah jadi dua, tak akan terulang.
"Kami
juga ditanya apakah kejadian 3 tahun lalu akan berulang? Tidak. Kami
tidak ingin membuat federasi tandingan. Karena PSSI itu punya nilai
sejarah yang tinggi dan itu dijelaskan di depan Presiden itu sendiri,"
ucap Gatot.
"Dan kalimat itu sebenarnya ditunggu oleh FIFA karena
mereka takut hal yang sama waktu tiga tahun lalu terulang. Intinya
mereka (FIFA) mau bekerja sama," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar