Rabu, 18 November 2015

'Selamat Jalan Sinyo Aliandoe'

Selamat Jalan Sinyo Aliandoe
Rabu, 18/11/2015 16:12 WIB
Jakarta - Sinyo Aliandoe dikenang sebagai seorang pelatih yang cerdik dan mempunyai insting yang kuat. Dia juga pernah diingat sebagai pelatih yang disiplin. Sepakbola Indonesia mengucapkan selamat jalan kepadanya.

Sinyo, 77 tahun, tutup usia hari ini. Mantan pelatih timnas itu memang sudah sakit-sakitan belakangan ini. Dia juga pikun.

Yon Moeis, yang sudah mengikuti kiprah pelatih kelahiran Larantuka, Flores itu sejak 1983, merasakan duka mendalam. Dia melepas kepergian Sinyo lewat sebuah tulisan pendek di akun facebook-nya dan diberi judul 'Selamat Jalan Sinyo Aliandoe'.

Ya, Yon yang kala itu berprofesi sebagai wartawan sebuah majalah olahraga intens berinteraksi dengan Sinyo. Menurut Yon, Sinyo adalah sosok pelatih yang selalu menjawab pertanyaan wartawan dengan mendetail. "Cara bertuturnya juga enak. Dia menjelaskan secara gamblang," kata Yon.

Salah satu jawaban yang amat berkesan bagi Yon adalah ketika dia menanyakan pemain masa depan Indonesia nantinya. Sebuah nama dituturkan Sinyo dan nama itu benar-benar cemerlang di kemudian hari.

"Om Sinyo menjawab Ferrel Raymond Hattu dan terbukti Ferrel menjadi pemain top di masa itu. Baik di luar ataupun di dalam lapangan," jelas Yon.

Sinyo juga diingat Yon sebagai pelatih yang dekat dengan para pemain, Bagaimana Sinyo bukan hanya mengajarkan teknik di lapangan tapi juga tempat curhat pemain.

Yon sendiri memiliki kenangan pribadi yang tak bakal dilupakannya. Waktu itu, dia bersiap pulang usai meliput latihan timnas di Cibubur.

"Saat mau pulang, Om Sinyo bertanya kepada saya, kamu pulang naik apa? Mendengar saya mau pulang naik ojek, dia mengajak saya ikut mobil dia," kenang Yon.

Kedekatan itu berlaku sampai saat ini. Yon bahkan mengetahui kabar Sinyo tutup usia dari mantan pemain timnas besutan Sinyo.

"Banyak sekali pesan yang masuk ke HP saya dari para pemain. Keeratan itu memang dibangun Om Sinyo sejak menangani timnas," ucap dia.

Yon juga mengingat betapa Sinyo pernah mengungkapkan keresahan soal bandar judi yang menganggu. Dari dulu, zaman itu, Indoensia memiliki para pemain bagus. "Sayang sekali. Waktu itu banyak yang bagus dan berbakat, tapi moralnya lemah," kaya Yon menirukan ucapan Sinyo.

Selamat jalan, Om Sinyo.


Melayat, Menpora Akan Beri Penghargaan Khusus untuk Sinyo Aliandoe

Rabu, 18/11/2015 18:43 WIB
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyempatkan diri untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga eks pelatih tim nasional Indonesia, Sinyo Aliandoe, yang meninggal dunia hari ini. Dia berjanji akan memberi penghargaan khusus.

Imam datang ke rumah duka RS. Santo Carolus, Rabu (18/11/2015), sekitar pukul 17.30 WIB. Dia juga bertemu dengan putra Sinyo, Theodorus Aliandoe, dan juga adik dari Sinyo, Laurent Aliandoe, serta beberapa mantan pemain timnas seperti Yohanes Auri dan Ronny Pasla. Mereka berbincang-bincang sekitar 40 menit.

"Kami pasti akan memberikan penghargaan khusus. Nanti pada saatnya akan kami berikan. Lebih dari sekadar itu (materi). Karena tadi saya juga mendengar bahwa masa depan sepakbola itu juga butuh perhatian dari pemerintah," kata Imam kepada pewarta.

"Dalam jangka waktu pendek ini kami belum mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut. Tapi, jangka menengah akan kami upayakan. Yang kita pikirkan adalah dana pensiun bagi yang meraih medali di Olimpiade.

"Semoga di masa-masa mendatang semoga kami bisa menyiapkan anggaran yang lebih besar demi masa depan atlet semua cabang termasuk sepakbola," imbuhnya.

PSSI juga Melayat

Sebelum Menpora, perwakilan PSSI juga melayat, dipimpin oleh sekjen-nya, Azwan Karim, sekitar jam 3 sore. Sejumlah mantan pemain seperti Hermansyah dan Rully Nere, juga datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum.

"Pak Ketua Umum (La Nyalla Mattalitti) sedang berada di luar kota, di tanah suci, untuk melaksanakan umroh. Beliau juga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk Om Sinyo. Semoga ilmu yang beliau tularkan berguna persepakbolaan hingga saat ini," ujar Azwan.

Tentang kabar bahwa PSSI mengusulkan pemakaman Sinyo di San Diego Hills, Azwan memberi klarifikasi.

"Usulan itu bukan dari PSSI, saya juga dikonfirmasi. Tapi sebenarnya dari PSSI tidak ada. Jadi diputuskan dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Kampung Kandang pada hari Jumat," terang Azwan.

Selasa, 10 November 2015

Arti Logo PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)



  • 3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya.
  • 2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.
  • 1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)

Kamis, 05 November 2015

Ini Jadwal Lengkap Piala Jenderal Sudirman

Kamis, 05/11/2015 15:19 WIB
 
Jakarta - Piala Jenderal Sudirman akan kick-off pada 10 November mendatang. Arema Cronus melawan Gresik United dipilih sebagai laga pembuka.

‎Babak penyisihan grup serentak mulai digelar pada 14 November mendatang. ‎Pada Grup B, Mitra Kukar akan lebih dulu melawan PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Pada hari yang sama, Bali United menghadapi Persipura Jayapura.

Babak penyisihan selesai pada 1 Desember, yang akan diteruskan pada babak delapan besar pada 12 Desember hingga 22 Januari. Sementara laga semifinal pada 9 Januari, dan final 24Januari.


Berikut jadwal turnamen Piala Jenderal Sudirman:

Grup A

10 November
Arema Cronus vs Persegres pukul 20.00 WIB

16 November
Arema vs PBR pukul 19.30 WIB

19 November
Sriwijaya FC vs Persegres pukul 15.00 WIB
Persija vs PBR pukul 19.00 WIB

22 November
Persegres vs PBR pukul 15.00 WIB
Arema vs Sriwijaya FC pukul 19.00 WIB

25 November
Sriwijaya FC vs Persija pukul 19.30 WIB

28 November
PBR vs Sriwijaya pukul 15.00 WIB
Arema vs Persija pukul 19.30 WIB

1 Desember
Persija vs Persegres pukul 19.30

Grup B

14 November
Mitra Kukar vs PSM pukul 15.00 WIB
Bali United vs Persipura pukul 19.30 WIB

17 November
Semen Padang vs Persipura pukul 19.30 WIB

20 November
Semen Padang vs PSM Makassar pukul 13.00 WIB
Bali United vs Mitra Kukar pukul 19.30 WIB

23 November
Semen Padang vs Mitra Kukar pukul 15.00 WIB
Persipura vs PSM pukul 18.00 WIB

26 November
Bali United vs Mitra Kukar pukul 19.30 WIB

29 November
Bali United vs PSM Makassar pukul 15.00 WIB
Semen Padang vs Persipura pukul 19.30 WIB

Grup C

15 November
Surabaya United vs PS TNI pukul 15.00 WIB
Persela vs Persib pukul 19.30 WIB

18 November
Borneo FC vs PS TNI pukul 19.30 WIB

21 November
Persela vs Borneo FC pukul 15.00 WIB
Surabaya United vs Persib pukul 19.30 WIB

24 November
Persela vs PS TNI pukul 19.30 WIB

27 November
Surabaya United vs Persela pukul 15.00 WIB
Persib vs Borneo FC pukul 19.30 WIB

30 November
Surabaya United vs Borneo FC pukul 15.00 WIB
Persib vs PS TNI pukul 19.30 WIB

8 Besar: 12-20 Desembe‎r 2015

Semifinal: 9 Januari 2016

Final: 24 Januari 2016

Timnas Pelajar Tertahan di Filipina, EO Dianggap Tak Profesional

Kamis, 05/11/2015 18:30 WIB
Timnas Pelajar Tertahan di Filipina, EO Dianggap Tak Profesional 
Jakarta - Tim Nasional Pelajar Indonesia tertahan di Manila usai mengikuti Pilipinas Cup dan tampil sebagai juara. Asisten pelatih, Yendra Gandi, menilai Kampiun Indonesia sudah bertindak tidak profesional dalam menangani sebuah tim.

Tim Nasional Pelajar ambil bagian dalam kompetisi kelompok umur Pilipinos Cup pada 27-30 November. Di akhir acara mereka menjadi juara dengan mengalahkan Pagasa FC 2-0 di final.

Para pemain dan tiga ofisial dijadwalkan pulang pada 31 Oktober dengan penerbangan via Kuala Lumpur dan baru sehari kemudian tiba di Jakarta. Tapi, mereka tak bisa pulang sesuai jadwal karena tiket hangus.

Event Organizer Kampiun Indonesia yang memberangkatkan tim tidak bisa menyediakan tiket pengganti. Setelah mendengarkan keluh kesah orang tua pemain, Kemenpora memulangkan tim sore ini (5/11/2015).

"Ada tiket penerbangan langsung dari Manila ke Jakarta, tapi Kata Pak Gatut (dari Kampiun Indonesia) mahal, jadi (memilih tiket penerbangan) yang transit di Kuala Lumpur. Jadi mereka mencari alternatif penerbangan yang murah," kata Yendra Gandi, asisten pelatih, yang tak turut mendampingi tim ke Manila, hari ini di Jakarta.

"Tanggal 30 Oktober itu kami juara, sekitar pukul 15.00 sampai 16.00 waktu setempat. Lalu pulang ke hotel. Sementara tiket pulang itu jadwalnya pukul 20.00.

"Di tanggal 31 Oktober itu kami mendapatkan kabar kalau ternyata tiket hangus. Tim terlambat (sampai di bandara, Red) karena macet di jalan.

"Menurut saya itu tidak masuk akal, kalau seorang EO yang profesional pasti prepare untuk berangkat. Memang orang Kampiun Indonesia mengatakan tiket untuk anak-anak pulang pergi. Saya lihat memang pulang pergi dan tertulis tanggal itu," jelas dia.

Gandi juga menegaskan jika pembiayaan tim ditanggung oleh manajer timnas pelajar U-13, Irfan Taufik. Bukan dari kemenpora.

"Yang kami tahu biaya manajer (Irfan Taufik) yang menanggung semua. Mulai dari TC, seleksi, kedatangan anak-anak, dan penginapan semua ditanggung pak Irfan Taufik," tutur Gandi.

"Soal ada pungutan biaya atau tidak kepada orang tua, kami tidak tahu itu," ucap dia.

Ini Alasan Leonard Tupamahu Batal Perkuat Persija

  Kamis, 05/11/2015 19:55 WIB



Pada sesi latihan perdana Persija Jakarta bersama pelatih Bambang Nurdiansyah beberapa waktu lalu, terlihat penampakan bek senior Leonard Tupamahu. Banyak yang sudah memprediksi sang pemain akan jadi bagian Persija pada Piala Jenderal Sudirman.
Namun, beberapa hari kemudian, Leonard dipastikan tak masuk ke dalam skuat Persija. Dia malah kembali ke Persipasi Bandung Raya dan menjadi bagian terakhir skuat PBR yang didaftarkan. Hal ini terbilang menarik, tapi mendengar alasan Leonard, semua orang akan setuju.
"Bukan saatnya lagi untuk saya duduk di bangku cadangan atau tribun. Jika hal itu terjadi, siapa yang mau melihat saya bermain? Nanti saya dikira sudah tak eksis. Itu jadi pertimbangan saya kembali ke PBR," tuturnya.
Persija memang mendatangkan bek-bek tengah berkualitas lain seperti M Roby hingga Maman Abdurrachman. Hal ini membuat Leonard memang akan sulit menembus tim inti. Di lain pihak kembalinya Leonard ke PBR bisa menjadi keuntungan tersendiri karena Persija dan PBR berada di grup yang sama.
"Mungkin sedikit menguntungkan karena saya sempat berlatih dengan Persija yang satu grup dengan PBR. Tapi pada akhirnya mereka pun belum lengkap skuatnya, jadi saya tak tahu juga. Buat saya semua tim berpeluang sama untuk lolos ke babak selanjutnya," tandas Leonard.
"Dalam sepak bola mata-mata wajar, jika pelatih bertanya Persija seperti apa, kelemahan, atau sektor yang bisa dieksploitasi pasti saya beritahu. Semua itu wajar, tapi saya tak sengaja menjadi mata-mata," tambah dia.
PBR menjadi salah satu tim yang cukup diwaspadai. Selain karena memiliki banyak pemain muda berkualitas, mereka juga dilatih pelatih baru yang dianggap cukup berkelas yaitu Pieter Huistra. Pemain senior ini juga mengungkapkan pendapatnya soal sang pelatih.
"Tak ada kendala dengan pelatih baru. Mungkin sedikit soal bahasa saja, karena tak semua pemain mengerti bahasa Inggris. Namun, untuk metode latihan bisa disesuaikan. Perbedaan dengan Dejan, pasti ada. Bersama Pieter saya belum tahu pasti karakternya, satu yang saya tahu, Pieter adalah pelatih bagus. Mudah-mudahan rekan-rekan bisa cepat beradaptasi," ungkap sang pemain.
"Beban menjadi salah satu pemain senior di skuat pasti ada. Harus memberikan semangat dan motivasi bagi pemain muda. Tapi kita semua tanpa beban dan nothing to lose. Karena semua lawan kita kuat di grup dan itu menjadi keuntungan tersendiri menurut saya," tutup Leonard. (RAP)

Selasa, 03 November 2015

'Tak Ada Tim Unggulan di Piala Jenderal Sudirman'

Rabu, 04/11/2015 12:45 WIB
Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, menilai tak ada tim unggulan di Piala Jenderal Sudirman. Semua tim dipandang berat dan tidak ada yang bisa dianggap enteng.

Pada Piala Jenderal Sudirman nanti Persib tergabung di Grup C (Surabaya) bersama tuan ruma, Surabaya United, Pusamania Borneo FC, PS TNI, dan Persela Lamongan.

Djajang menilai tidak ada tim unggulan di grup tersebut. Sebagai tuan rumah, Surabaya United pasti memiliki motivasi yang lebih besar lagi. Sementara, lagi-lagi Persib harus bertemu dengan Pusamania Borneo, tim yang pelatihnya, Iwan Setiawan, kerap kali melontarkan psy war.

"Tidak ada tim unggulan. Di grup manapun akan sama-sama berat. Di grup kita ada Surabaya United sebagai tuan rumah ada Pusamania Borneo FC yang menyulitkan kita di Piala Presiden," ujar Djajang, Rabu (4/11/2015).

Apalagi, lanjutnya, ada PS TNI yang merupakan tim yang diisi oleh sejumlah pemain timnas yang sedang mengikuti pendidikan TNI. Dia menilai persaingan akan lebih sengit.

"PS TNI diperkuat banyak pemain timnas. Karena itu, mereka merupakan tim yang bagus," kata dia.

Kendati demikian, Persib juga saat ini memiliki kendala persiapan. Sebab, sejak mulai latihan, hanya 10 pemain yang hadir. Hal ini terjadi karena sejumlah pemain lebih memilih mengikuti turnamen di beberapa daerah.

Alasannya, karena pemain-pemain tersebut tak ada kontrak bersama Persib sehingga pemain bersikap demikian. Manajemen sendiri sudah mengatakan kesulitan mengontrak pemain kalau bukan untuk kompetisi.

"Sebetulnya kami ingin berbicara jauh di turnamen ini, tapi persiapan kami seperti ini. Hingga saat ini dan sampai nanti keberangkatan tim, kami tidak akan lengkap. Itulah sulitnya pemain tidak terikat kontrak," kata Djajang.

"Target saya mau ketemu dengan manajemen dan akan saya sampaikan tentang itu. Manajemen memang keberatan karena belum ada kejelasan soal kompetisi. Pasti berdampak pada psikologis pemain karena semua ingin bermain penuh."

Ini Pernyataan Resmi FIFA dan AFC Usai Melakukan Pertemuan di Jakarta

 Selasa, 03/11/2015 19:32 WIB
Jakarta - Delegasi FIFA dan AFC telah menuntaskan kunjungannya di Indonesia. Kata mereka, apa yang mereka dapatkan akan dibahas kembali di rapat Komite Eksekutif FIFA pada 2 dan 3 Desember mendatang.

Delegasi FIFA dan AFC telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak sejak kedatangannya pada 2 November kemarin, mulai PSSI, Presiden Joko Widodo, PT Liga, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Usai menggelar serangkaian pertemuan itu, FIFA dan AFC akan membawa masalah ini dalam rapat Exco pada 2-3 Desember. Dalam pernyataanya, mereka juga akan membuat komite Adhoc.

FIFA dan AFC juga menegaskan bahwa reformasi sepakbola Indonesia harus tetap berada di bawah aturan Statuta FIFA. Namun pemerintah diperbolehkan sebagai pemangku kepentingan dalam proses reformasi tersebut.

Berikut pernyataan Kohzo Tashima:

Para delegasi FIFA dan AFC yang dipimpin oleh Mr. Kohzo Tashima (anggota Komite Eksekutif FIFA) dan juga Mr. HRH Pangeran Abdullah (anggota Komite Eksekutif FIFA) dan Mr. Mariano Araneta (anggota Komite Eksekutif AFC) melanjutkan pertemuan mereka hari ini dengan para pelaku kepentingan utama sepakbola Indonesia, termasuk perwakilan dari liga profesional, pemain profesional, dan wartawan olahraga. Dalam setiap pertemuan, PSSI diwakili sekretaris jenderal. Delegasi senang dengan diskusi terbuka dan jujur selama pertemuan bilateral tersebut, yang menyoroti beberapa masalah yang sangat membutuhkan reformasi. Isu-isu ini akan secara resmi ditangani oleh komite ad-hoc yang akan segera dibentuk dan akan beroperasi di bawah kerangka peraturan FIFA, yang mengakui PSSI sebagai badan sepakbola di Indonesia

Pertemuan digelar hari ini adalah bagian dari misi dua hari delegasi ke Jakarta, yang termasuk pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 2 November 2015. Sebagaimana dijelaskan kepada presiden, reformasi yang disepakati harus terjadi di bawah naungan Statuta FIFA, tapi pemerintah diperbolehkan sebagai pemangku kepentingan dalam proses. Delegasi juga mencatat bahwa semua pemangku kepentingan sepakbola Indonesia, termasuk liga, pemain, media, dan pemerintah sepenuhnya mendukung untuk mengakhiri kebuntuan dalam sepakbola Indonesia. Delegasi akan mempresentasikan temuan-temuan mereka kepada Komite Eksekutif FIFA dalam rapat 2 dan 3 Desember 2015.

Delegasi FIFA dan AFC juga Bertemu PT Liga

Selasa, 03/11/2015 17:16 WIB
Jakarta - Selain bertemu dengan APPI (Asosiasi Pesepakbola Indonesia), delegasi FIFA dan AFC juga berbicara kepada PT Liga Indonesia. Joko Driyono menyebut perlunya sinergi antara pemerintah dan PSSI.

"Tadi kami menceritakan kondisi saat ini bahwa semua tidak bisa berjalan dan tereksekusi. Kami juga sampaikan bahwa PT Liga melihat ada keinginan PSSI, pemerintah yang harus disinergikan. Sinergi itu menurut saya belum ketemu sehingga berujung status seperti ini," ujar Joko, usai pertemuan dengan delegas FIFA dan AFC di Jakarta, Selasa (3/11).

Menurut Joko sinergi itu bisa dilakukan dengan melihat tiga hal, yaitu klub licensing, regulasi dan standar yang ditetapkan. "Tentu harus disesuaikan dengan regulasi FIFA dan AFC dan aturan pemerintah."

"Selanjutnya perlu ada keseimbangan antara kapasitas bisnis dan level kompetitif. Salary cap, budget cap harus berorientasi agar kompetisi kompetititf di regional Asia, Asia Tenggara. Kalau salary cap dengan nilai rendah, akan ada asumsi low qulity level.

"Sinergi antara pemerintah dengan PSSI harus berujung ke proteksi terhadap industri sepakbola Indonesia. Ini karena di ISL, klub membiayakan uang besar, ada capital masuk di sana, punya bussiness plan jangka panjang dan itu butuh proteksi. Kepastian terhadap regulasi, penyelenggaraan itu juga harus," kata dia.

APPI Akhirnya Diakui PSSI sebagai Satu-Satunya Asosiasi Pemain di Indonesia

Selasa, 03/11/2015 16:47 WIB
Jakarta - PSSI akhirnya mengakui Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sebagai satu-satunya asosiasi pemain di Indonesia. Yang sebelumnya mereka akui, Asosiasi Pemain Nasional Indonesia (APSNI), kini tak ada lagi.

"Semua sepakat bahwa APPI dan APSNI akan bergabung. Kami akan putuskan nanti di kongres. APPI di bawah FIFPro, artinya APPI diakui FIFA. Dengan jiwa besar Irawadi Hanafi (ketua APSNI) menerima keputusan PSSI," ujar ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, Selasa (3/11/2015).

Awalnya APSNI dibentuk oleh PSSI untuk 'menandingi' APPI, yang kala itu terkesan lebih vokal terhadap federasi. Namun, FIFA dan FIFPro hanya mengakui satu asosiasi pemain di Indonesia, yaitu APPI.

Asosiasi yang dipimpin oleh Ponaryo Astaman itu juga lebih eksis karena suaranya lebih sering terdengar, terutama ketika ada kasus-kasus yang merugikan pemain, seperti penunggakan gaji oleh klub dan lain-lain.

"Namanya tetap APPI, tidak berubah karena APPI di bawah FIFPro. Kami juga tidak akan mengubah susunan kepengurusan APPI. Pengesahan ini akan disahkan pada Kongres nanti," tambah La Nyalla.

Pada kesempatan yang sama, Ketua APPI, Ponaryo Astaman, menyatakan bahwa pihaknya akan tetap bersikap kritis tentang apapun yang menimpa kepada pemain dan terus memperjuangkan hak pemain.

"Kami akan tetap kritis. Kami akan menyuarakan apapun yang mesti disuarakan. Tidak akan berubah," ucap mantan kapten timnas Indonesia itu.

APPI Diminta FIFA dan AFC untuk Terlibat dalam Penyelesaian Sepakbola Indonesia

Selasa, 03/11/2015 13:37 WIB
Jakarta - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mendapatkan lampu hijau dari FIFA untuk terlibat dalam penyelesaian sepakbola Indonesia. APPI diminta untuk masuk ke dalam sebuah komite.

Dalam pertemuannya dengan perwakilan FIFA dan AFC di Jakarta, Selasa (3/11), APPI diwakili oleh Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas, Firman Utina, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Bima Sakti.

Dalam pertemuan tersebut Ponaryo mengaku menceritakan kondisi sepakbola Indonesia yang sebenarnya, termasuk kejadian yang kerap dialami oleh pemain. Ponaryo mengaku FIFA juga mengajak APPI terlibat dalam sebuah komite.

"Kami menyampaikan apa yang selama ini ingin disampaikan, permasalahan yang dihadapi pemain sehubungan dengan situasi sepakbola Indonesia. Mereka mendengar langsung dari perwakilan pemain, apa yang dihadapi pemain secara nyata. Jalan keluarnya, kemungkinan dibentuk komite untuk menyelesaikan situasi ini. APPI diminta terlibat langsung dalam komite tersebut dan kami menyatakan kesiapan bila nanti dilibatkan," ujar Ponaryo.

Komite apa yang dimaksud? Kemungkinan besar adalah tim kecil yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi setelah bertemu dengan FIFA dan AFC di Istana Negara, Senin (2/11) kemarin.

"Jadi akan ada komite tersebut dan semua pihak diharapkan terlibat sehingga solusinya benar-benar menggembirakan semua pihak. Dari komite itu nanti akan diketahui bagaimana keputusan soal sanksi FIFA," kata Ponaryo.

"Kami juga menyampaikan bermacam-macam kepada FIFA dan AFC, kurang lebih sama dengan apa yang disuarakan. Tidak ada kompetisi, standar minimum kontrak, asuransi, dan macam-macam. Mereka mengapresiasi dan mengatakan terima kasih karena mendengar langsung sehingga bisa menjadi refrensi. Semoga FIFA dan AFC bisa mencari solusinya."

Kick-off Dimajukan 10 November, Arema vs GU Jadi Pembuka

Senin, 02/11/2015 22:51 WIB
Jakarta - Kick-off Piala Jenderal Sudirman dimajukan empat hari dari rencana semula menjadi tanggal 10 November. Laga pembuka akan menampilkan Arema Cronus melawan Gresik United.

Sebelumnya kick-off Piala Jenderal Sudirman dijadwalkan dihelat 14 November di Malang dan diawali dengan soft opening pada 10 November di Surabaya. Namun, jadwal direvisi dan dimajukan menjadi satu rangkaian acara pada 10 November.

"Kick-off kami majukan jadi tanggal 10 November. Jadi pertandingan dan soft opening akan berbarengan. Rencananya kick-off akan dihadiri oleh Pak Presiden (Joko Widodo)," ujar CEO Mahaka Sports and Entertaiment, Hasani Abdulgani , Senin (2/11/2015).

Sebagai laga pembuka, Arema Cronus akan bertanding melawan Gresik United di Stadion Kanjuruhan, pada 10 November pukul 20.00 WIB.

"Tadinya kami akan mempertemukan Arema melawan Persija, tapi mereka (Persija) bilang belum siap karena baru memulai persiapan," kata dia.

Pembagian grup Piala Jenderal Sudirman dibagi menjadi tiga grup, masing-masing diisi oleh lima peserta. Nantinya dua tim terbaik di setiap grup yaitu juara dan runner-up serta dua dari peringkat ketiga dengan poin tertinggi yang berhak melaju ke babak delapan besar.

Pada turnamen ini tidak mengenal istilah hasil pertandingan seri. Jadi, jika pada sembilan puluh menit laga berakhir imbang maka akan dilanjutkan dengan babak adu penalti

Senin, 02 November 2015

Banur : Bepe Tidak Ikut Piala Jendral Sudirman

Dari 24 nama pemain yang JakOnline terima terkait pemusatan latihan di Batu, Malang pun tidak ada nomor punggung 20 di list. Ketika di konfirmasi mengenai hal ini, Bambang Nurdiansyah Pelatih Persija Jakarta mengatakan “Bepe sudah minta izin kepada saya untuk tidak bergabung dalam tim dalam turnamen Piala Sudirman,”
Lebih lanjut Banur menuturkan alasan Bepe tidak ikut karena kesibukan dirinya di luar aktifitas sepak bola. Saya mencoba memaklumi hal ini, yang terpenting sudah ada itikad baik dari Bepe untuk memberikan kabar mengenai dirinya.
Terakhir Banur menegaskan, Bepe adalah ikon Persija dan juga The Jakmania. Semoga suatu saat nanti dia bisa kembali bersama tim Ibukota ini.

Perkuat DKI di POMNAS, Adixi Absen di Piala Sudirman

Hal ini dibenarkan oleh Adixi Lenzivio, “Iya, saya absen perkuat Persija di Piala Jendral Sudirman karena main di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional membela DKI Jakarta. Pertandingan mulai 13-20 November. Semoga Persija sukses di Piala Sudirman, dan doakan saya juga lancar di POMNAS.”
Sebagai gantinya, dalam rangka TC di Batu Malang selain Andritany ada dua penjaga gawang ikut di bawa yakni Rekky Rahayu dan Rizky Hermawan. “Sementara kita bawa ini dulu, saya sudah minta Mukti Ali Raja (Pelatih Kiper) untuk mencari tambahan kiper bila dirasa masih perlu,” ungkap Bambang Nurdiansyah.
Sementara itu Mukti Ali Raja menambahkan, “Semua kiper diperlakukan sama, persaingan akan tetap ada untuk siapa yang dimainkan dalam pertandingan. Kita melihat faktor kesiapan dari masing-masing kiper sebelum diputuskan siapa yang menjaga mistar gawang PersijA.

Jalani TC di Batu Malang, Persija Boyong 24 Pemain

Seusai latihan terakhir (2/11) di POR Sawangan, Bambang Nurdiansyah mengatakan ada yang berangkat bersama esok hari (3/11) penerbangan pukul 10.45. Sedangkan beberapa pemain seperti Pacho Kenmogne, Osas Saha, Maitimo langsung bergabung di Malang.
Sebanyak 24 pemain di bawa ke Malang, minus Adixi Lenzivio dan Bambang Pamungkas. “Adixi absen di Piala Sudirman karena memperkuat DKI Jakarta di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, sedangkan Bepe izin ke saya untuk tidak gabung di Piala Sudirman,” ungkap Banur
Berikut 24 Pemain Persija Yang Dibawa TC di Batu, Malang :
Kiper :
1. Andritany
2. Rekky Rahayu
3. Rizky Hermawan
Belakang :
4. Ismed Sofyan
5. Novri Setiawan
6. Gunawan Dwi Cahyo
7. Maman Abdurahman
8. M. Roby
9. Leonard Tupamahu
10. Vava Mario Yagalo
Tengah :
11. Rafid Lestaluhu
12. Raphael Maitimo
13. Ade Suhendra
14. Amarzukih
15. Syahroni
16. Dirga Lasut
17. Mbida Messi
18. M. Ilham
19. Ramdani Lestaluhu
Depan :
20. Fandi Ahmad
21. Osas Saha
22. Aldi
23. Zikri Akbar
24. Pacho Kenmogne

Piala Jendral Sudirman, Persija Masuk Grup A


 Mahaka selaku operator penyelenggara Piala Jendral Sudirman telah merilis pembagian grup. Kick off dijadwalkan 14 November 2015. Babak penyisihan akan dilakukan di 3 kota sebagai tuan rumah yakni Grup A Malang, Grup B Bali, dan Grup C Surabaya.
Dari 3 grup yang ada, A, B, dan C masing-masing dihuni oleh 5 tim. Dua posisi teratas grup otomatis lolos ke babak 8 besar, ditambah posisi 3 terbaik dari keseluruhan grup yang ada dan akan diambil 2 tim.
Sistem pertandingan di babak 8 besar dilakukan dengan home turnamen dimana akan ada 2 kota yang nantinya menjadi tuan rumah. Masuk ke babak semifinal menggunakan system home away, dan babak grand final dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Persija Jakarta tergabung di Grup A bersama tuan rumah Arema, Sriwijaya FC, Persipasi Bandung Raya, dan Gresik United. Grup yang di rasa akan ketat aroma persaingannya untuk bisa lolos dari babak penyisihan. “Siapapun lawan Persija di fase grup saya tidak mau anggap remeh, semua laga menjadi penting dan harus dimaksimalkan dengan baik,” ujar Bambang Nurdiansyah.
Berikut Pembagian Grup Piala Jendral Sudirman
Grup A (Malang)
Arema
Sriwijaya FC
Persija Jakarta
Persipasi Bandung Raya
Gresik United
Grup B (Bali)
Bali United Pusam
Mitra Kukar
PSM Makassar
Persipura Jayapura
Semen Padang
Grup C (Surabaya)
Surabaya United
Persib Bandung
Pusamania Borneo FC
Persela Lamongan
PS TNI

Kick-off Dimajukan 10 November, Arema vs GU Jadi Pembuka

Senin, 02/11/2015 22:51 WIB
Jakarta -

Kick-off Piala Jenderal Sudirman dimajukan empat hari dari rencana semula menjadi tanggal 10 November. Laga pembuka akan menampilkan Arema Cronus melawan Gresik United.

Sebelumnya kick-off Piala Jenderal Sudirman dijadwalkan dihelat 14 November di Malang dan diawali dengan soft opening pada 10 November di Surabaya. Namun, jadwal direvisi dan dimajukan menjadi satu rangkaian acara pada 10 November.

"Kick-off kami majukan jadi tanggal 10 November. Jadi pertandingan dan soft opening akan berbarengan. Rencananya kick-off akan dihadiri oleh Pak Presiden (Joko Widodo)," ujar CEO Mahaka Sports and Entertaiment, Hasani Abdulgani kepada detikSport, Senin (2/11/2015).

Sebagai laga pembuka, Arema Cronus akan bertanding melawan Gresik United di Stadion Kanjuruhan, pada 10 November pukul 20.00 WIB. 

"Tadinya kami akan mempertemukan Arema melawan Persija, tapi mereka (Persija) bilang belum siap karena baru memulai persiapan," kata dia.

Pembagian grup Piala Jenderal Sudirman dibagi menjadi tiga grup, masing-masing diisi oleh lima peserta. Nantinya dua tim terbaik di setiap grup yaitu juara dan runner-up serta dua dari peringkat ketiga dengan poin tertinggi yang berhak melaju ke babak delapan besar. 

Pada turnamen ini tidak mengenal istilah hasil pertandingan seri. Jadi, jika pada sembilan puluh menit laga berakhir imbang maka akan dilanjutkan dengan babak adu penalti.

FIFA tetap menegakkan aturan mereka tentang terlarangnya intervensi pemerintah kepada federasi.

PSSI telah melakukan pertemuan dengan delegasi FIFA dan AFC, Senin (2/10) siang, di Kantor Pusat PSSI. Delegasi dipimpin Kohzo Tashima (FIFA), H.R.H Prince Abdullah (FIFA), Mariano V Araneta (AFC), James Johnson (AFC), Sanjeevan (AFC), dan John Windsor (AFC).

"Mereka hadir tujuannya adalah untuk menyampaikan kepada kita keinginan kuat dari FIFA untuk segera bisa menyelesaikan masalah persepakbolaan Indonesia ini. Apalagi, Indonesia ini dalam waktu dekat ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games," tutur dewan kehormatan PSSI, Agum Gumelar, pada sesi jumpa pers.

Sebagaimana diketahui, Indonesia sedang dalam masa suspensi FIFA akibat intervensi Pemerintah. Di mana Kemenpora membekukan PSSI sejak 17 April 2015 dan hal tersebut memicu terhentinya kompetisi hingga akhirnya sanksi FIFA untuk Indonesia dijatuhkan pada 30 Mei lalu.

Hasil pertemuan ini akan dilaporkan delegasi ke rapat eksekutif FIFA awal Desember mendatang. Jika masalah bisa diselesaikan pada kunjungan delegasi FIFA dan AFC, dalam hal ini konflik Kemenpora dan PSSI, maka peluang untuk suspensi FIFA kepada Indonesia dicabut pada rapat eksekutif tersebut cukup besar.

Namun, jika petemuan delegasi dengan pihak Pemerintah di Istana Negara, yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo menemui jalan buntu, maka suspensi akan terus berlanjut dan dibawa ke kongres tahunan FIFA, Februari 2016.

"Pertemuan ini akan dilaporkan pada executive meeting FIFA, Desember nanti. Jad,i kalau tidak ada jalan keluar maka akan dibawa ke kongres yang bisa selesai tahunan. Jika tidak as soon as possible maka harus dibawa ke kongres, namun jika bisa diselesaikan dengan cepat maka bisa diputuskan dengan executive meeting," ungkap sekjend PSSI, Azwan Karim.


Agum pun berharap, segala pihak bisa membuka hati utamanya Pemerintah, untuk segera mengakhiri intervensi kepada PSSI. Terlebih, Indonesia bakal jadi tuan rumah Asian Games 2018.

"Hal ini akan sangat banyak merugikan jika tidak segera diselesaikan, karena suspensi Indonesia akan berlanjut dan bisa tahunan. Akan sangat disayangkan sekali. Namun kalau sekarang (diselesaikan), bisa diputuskan oleh pertemuan eksekutif, jangan sampai dibawa ke kongres tahunan," tukas Agum.

Presiden Joko Widodo membentuk tim kecil untuk terus berkomunikasi dengan pihak FIFA dan AFC tanpa melibatkan PSSI.

Usai menemui PSSI, delegasi FIFA dan AFC bertolak ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Senin (2/11). Pada pertemuan tersebut, Jokowi didampingi Menpora Imam Nahrawi dan Teten Masduki sebagai kepala staf kabinet kepresidenan.

Jokowi pun menyampaikan harapannya agar konflik antara PSSI dan Kemenpora segera mereda serta sepakbola Indonesia bisa membaik - termasuk terlepasnya sanksi FIFA kepada Indonesia. Salah satu cara yang disarankan Presiden adalah membentuk tim kecil untuk berkomunikasi dengan FIFA.

"Tadi saya hanya menyampaikan kepada delegasi FIFA maupun AFC, bahwa kita ingin segera mendapatkan solusi. Kita juga akan membentuk tim secepatnya untuk nanti berkomunikasi terus-menerus dengan FIFA, sehingga ketemu solusinya," ucap Jokowi kepada wartawan.

Delegasi sendiri dipimpin Kohzo Tashima (FIFA), H.R.H Prince Abdullah (FIFA), Mariano V Araneta (AFC), James Johnson (AFC), Sanjeevan (AFC), dan John Windsor (AFC). Presiden Jokowi menjanjikan kepada delegasi bahwa tim kecil itu akan terus membahas solusi terbaik. "Ini yang nanti akan dibicarakan oleh tim Indonesia, FIFA, dan AFC," imbuh dia.

"Jadi, untuk menindaklanjuti agar persoalan segera ada jalan keluar, telah disepakati bahwa setelah ini akan dibentuk tim kecil untuk mem-follow up agar persoalan segera ada jalan keluarnya," papar Imam menambahkan.

"PSSI sudah komunikasi, kita tunggu hasil diskusi kami. FIFA setuju PSSI tidak boleh berafiliasi dengan parpol, menjalankan transparansi dan lainya," ungkap Imam.

Tim kecil nantinya tidak melibatkan PSSI, tapi hanya AFC, FIFA dan Pemerintah Indonesia.

Kemenpora: Tak Akan Ada PSSI Tandingan

 Senin, 02/11/2015 18:41 WIB


Jakarta - Presiden RI Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi telah melakukan pertemuan dengan FIFA dan AFC di Istana Negara, Senin (2/11/2015). Selain membahas soal kondisi sepakbola terakhir, pemerintah juga menjamin bahwa tidak akan ada PSSI tandingan.

Hal itu diungkapkan juru bicara sekaligus Deputi V Bidang Kemitraan dan Harmonisasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.

Ia mengatakan, pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut antara Menpora, Presiden Jokowi, FIFA, dan AFC berlangsung sangat kondusif. Respons FIFA terhadap pertemuan hari ini sangat positif.

"Ada sekitar 19 halaman yang kami paparkan siang tadi di Istana. Intinya tentang background sepakbola Indonesia, lalu terbentuknya BOPI‎, kenapa BOPI melakukan verifikasi dan lainnya. Begitu soal Tim Transisi, juga terkait soal adanya turnamen, termasuk soal adanya pembekuan," kata Gatot, usai pertemuan.

Kemenpora juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti hanya lantaran Surat Pembekuan PSSI. Ada sebuah obsesi lain dalam pembenahan tata kelola yang baik seperti perbaikan pada masalah infrastruktur, perbaikan masalah wasit, perangkat pertandingan, pelatih, usia dini.

"Bahkan saat itu kami juga jujur bahwa kami butuh FIFA dan AFC. Kami tidak bisa sendiri, makanya kami ingin terus kooperatif," ucap Gatot.

"Yang jelas tadi ada win-win solution. Dalam beberapa hari Presiden akan bentuk Tim Khusus untuk berkomunikasi dengan FIFA. Karena selama ini 'kan nyaris kami kirim surat selalu mental. Tapi dalam bentuk apa, siapa orangnya di dalam Tim Khusus nanti, itu belum dijelaskan secara detail," tambahnya.

Meski ada Tim Khusus,‎ Kemenpora menjamin masalah tiga tahun lalu, ketika federasi sepakbola Indonesia terpecah jadi dua, tak akan terulang.

"Kami juga ditanya apakah kejadian 3 tahun lalu akan berulang? Tidak. Kami tidak ingin membuat federasi tandingan. Karena PSSI itu punya nilai sejarah yang tinggi dan itu dijelaskan di depan Presiden itu sendiri," ucap Gatot.

"Dan kalimat itu sebenarnya ditunggu oleh FIFA karena mereka takut hal yang sama waktu tiga tahun lalu terulang. ‎Intinya mereka (FIFA) mau bekerja sama," pungkasnya.

Menpora: FIFA Terkejut dengan Kondisi Sepakbola Indonesia

Senin, 02/11/2015 15:44 WIB

Jakarta - Delegasi dari FIFA dan AFC bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu, FIFA terkejut dengan temuan yang disampaikan oleh pemerintah.

Dalam pertemuan itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan tentang 'kebobrokan' sepakbola di tanah air.

"Kami secara terbuka menyampaikan, atas saran presiden bahwa pemerintah sangat berkepentingan terhadap reformasi sepakbola di tanah air ini, karena sudah nyata-nyata ada indikasi bahkan ada pengakuan tentang pengaturan skor, ada judi bola, ada gaji yang terlambat, bahkan klub tidak lagi mematuhi statuta FIFA, baik itu terkait transparansi keuangan, pajak dan aturan main yang ada," jelas Imam di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).

Mendapatkan laporan itu, lanjut Imam, FIFA akan melakukan pendalaman lebih lanjut. FIFA dan AFC juga terkejut dengan pemaparan yang disampaikan pemerintah.

"Tentu bagi menjadi catatan penting bagi mereka bahwa, mereka ingin mendalami lebih jauh karena mereka sangat terkejut mendengar apa yang kami sampaikan," kata Imam.

Imam juga mengatakan, pemerintah menyampaikan secara langsung ke FIFA dan AFC bahwa akan melakukan reformasi sepakbola Indonesia. Tujuan agar sepakbola Indonesia bisa dibanggakan di ajang internasional.

"Dan kami menyampaikan banyak poin di situ, termasuk rencana kita untuk membangun sepakbola yang lebih membanggakan lagi bagi Indonesia. Dan mereka sangat respons bahwa tidak mungkin 250 juta penduduk Indonesia ini tidak bisa menghasilkan prestasi sepakbola yang lebih baik," kata Imam.

"Kami juga menyampaikan bahwa prestasi sepakbola kita saat ini di 172, tentu mereka sangat concern dan bersama pemerintah nanti memberi harapan bagi masa depan sepakbola," tambahnya.

Matangkan Tim, Sebelum Berangkat TC


Matangkan Tim, Sebelum Berangkat TC



Persija terus menggeber persiapannya jelang hadapi turnamen Piala Jendral Sudirman. Setelah di latihan perdana di ikuti 14 pemain di hari kedua 31/10 bertambah 2 lagi.
Tampak Maman Abdurahman serta Syahroni mengikuti sesi latihan yang di pimpin langsung Coach Bambang Nurdiansyah. Meskipun begitu ada dua pemain juga yang izin tidak ikuti latihan.
“Amarzukih izin dengan saya ada urusan keluarga, sedangkan untuk Leonard Tupamahu komunikasinya dengan manajemen,” ungkap Bambang Nurdiansyah.
Lebih lanjut Banur mengatakan, “Saat ini fokus saya di Jakarta lebih kepada mematangkan tim secara keseluruhan sebelum berlangsungnya pemusatan latihan. Selasa 3/11 di jadwalkan tim berangkat ke Malang.”
Banur juga masih menunggu beberapa pemain yang dijadwalkan bergabung sehari sebelum berangkat ke Malang. “Ismed Sofyan besok tiba di Jakarta, Dirga Lasut, M.Ilham, Raphael Maitimo kemungkinan langsung bergabung di Malang,” tutupnya.

Delegasi FIFA dan AFC Temui Jokowi, Ingin Tahu Masalah Sepakbola Indonesia


Jakarta - Delegasi badan sepakbola dunia FIFA dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pertemuan ini terkait dengan kondisi sepakbola tanah air.

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015). Juru Bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto, mengatakan pertemuan tersebut penting sekali bagi keberlangsungan sepakbola Indonesia.

"Presiden berkenan menerima tim FIFA dan AFC. Mereka akan datang bersilahturahmi, dan kami Kemenpora, nanti Pak Menteri (Imam Nahrawi) akan hadir mendampingi Bapak Presiden. Dan pertemuan akan sangat penting sekali," ujar Gatot di Kompleks Istana Kepresidenan.

Gatot mengatakan, delegasi FIFA dan AFC ingin mengetahui dengan jelas permasalahan sepakbola Indonesia.

"Ini bagian dari supaya tim FIFA dan AFC itu tahu tentang masalah sesungguhnya dari geger-geger sepakbola selama ini. Karena selama ini, khusus sejak Februari-Mei kami sudah mengirimkan surat 4 kali," kata Gatot.

Gatot juga mengatakan, pertemuan ini tidak bermaksud untuk mengintervensi pihak tertentu, meskipun pertemuan ini merupakan inisiatif dari Menpora Imam Nahrawi.

"Apa yang dilakukan Kemenpora ini tidak ada unsur intervensi, sebagaimana yang dilarang dalam peraturan Statuta FIFA. Tapi mereka kelihatannya keberatan dengan standing point Kemenpora. Bahkan akibatnya, Indonesia tertanggal 29 Mei kena sanksi FIFA," kata Gatot.

Lalu, apakah kedataangan delegasi ini untuk melakukan investigasi terkait kisruh sepakbola Indonesia?

"Kalau bahasa mereka nggak sampai ekstrem seperti itu. Mereka hanya mengatakan ingin mencari tahu, bagaimana sih masalah sepakbola, masalah PSSI yang ada di Indonesia. Bahwasanya, penyambutannya diatur oleh PSSI itu karena member-nya kan PSSI bukan kami. Kami tetap perbolehkan mereka ketemu PSSI. pemerintah juga ketemu nanti, pas dengan Presiden akan sampaikan standing point kenapa ada pembekuan PSSI," jelas Gatot.